32 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Tutup 3 Hari

32 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Tutup 3 Hari
Sekretaris Tertutup Puskesmas Kerjo Sukoharjo Covid-19 Keluarga Madiun DPRD Solo Covid-19 Pesta Seks Madiun Soloraya BPR Nganjuk Covid-19 Desa Corona Virus Ilustrasi. (Covid-19 Sragen-Istimewa) Kasus Positif Covid-19 penderita Kantin Balai Kota Solo Diduga Positif Kota Solo Sragen Zona Merah Boyolali Yang Sukoharjo Zona Merah Sragen Positif Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Wonogiri Pasien Zona Merah Klaten

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menutup sementara pelayanan Puskesmas Kerjo mulai Rabu (13/1/2021) hingga Jumat (15/1/2021).

Informasi yang dikumpulkan Solopos.comPemerintah Kabupaten Karanganyar (Pemkab) terpaksa menutup sementara Puskesmas Kerjo karena lebih dari separuh tenaga kesehatan (tenaga kesehatan) di puskesmas tersebut dipastikan positif Covid-19.

Bupati Karanganyar Juliyatmono membenarkan hal tersebut saat berbincang dengan wartawan usai acara di Balai Kantor Bupati Karanganyar.

Bupati menduga kasus penyebaran Covid-19 di Puskesmas Kerjo berasal dari luar fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ini peningkatan kasus yang luar biasa. Coba di Kecamatan Kerjo. Luar biasa. Hampir satu puskesmas. setengah lebih [nakes positif Covid-19]. Para karyawan [terkonfirmasi positif Covid-19] lebih dari 30 orang. Padahal karyawannya sekitar 60 orang. Kepala puskesmas termasuk. Saya tutup selama tiga hari mulai hari ini, ”kata Bupati.

Bupati mengatakan, tim telah melakukan penyemprotan desinfektan di Puskesmas Kerjo agar steril. Selanjutnya pelayanan fasilitas kesehatan masyarakat dialihkan ke puskesmas lain dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati.

Dokter gigi yang bertugas di Dinkes Karanganyar ini menyampaikan, saat ini 32 pegawai Puskesmas Kerjo menjalani isolasi mandiri.

Dwi menyampaikan kondisi 32 petugas kesehatan tersebut tidak ada gejala sehingga tidak memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.

“Kami sedang menindaklanjuti surat dari Kepala Puskesmas Kerjo, sehingga Pemkab menutup sementara semua layanan di puskesmas tersebut. Baik layanan rawat inap maupun gawat darurat. Kami menanggapi hasil tes swab PCR Covid-19 yang baru saja diterima sebelumnya. [Rabu] pagi. Sebanyak 32 orang atau bisa dibilang hampir 75 persen pegawai Puskesmas Kerjo positif Covid-19, ”kata Dwi saat dihubungi. Solopos.com, Rabu.

Kebijakan ini berbeda jika dibandingkan kasus penyebaran Covid-19 di puskesmas lain sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak menutup total pelayanan di Puskesmas Tawangmangu, Puskesmas Karangpandan, Puskesmas Colomadu, dan Puskesmas Ngargoyoso saat kasus positif Covid-19 terjadi.

Dwi beralasan, pemerintah kabupaten tidak mau mengambil risiko terkait kasus positif positif Covid-19 di Puskesmas Kerjo.

Baca:  Menteri PPN apresiasi Pemda DIY soal tracing kasus COVID-19

Pertimbangan kami, kami tidak bisa melayani. Kepala puskesmas, dokter umum, dokter gigi, kepala tata usaha, hampir lengkap [positif Covid-19]. Petugas kesehatan lainnya otomatis menjadi kontak dekat dari 32 tenaga kesehatan positif tersebut. Ini lagi-lagi yang memprihatinkan, ”ujarnya.

Wanita berkerudung itu menyampaikan, Puskesmas Kerjo ditutup sementara selama tiga hari sembari menunggu hasil tes usap PCR Covid-19 untuk petugas kesehatan lain yang berhubungan dekat dengannya. Hasil swab test akan menentukan langkah selanjutnya bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Sementara itu ditutup selama tiga hari sambil menunggu hasil swab untuk petugas kesehatan lainnya. Semuanya dinamis. Kami mengikuti perkembangan kasus ini. Kami sudah menginformasikan kepada masyarakat untuk beralih ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya. "dia menjelaskan.

Ia menjelaskan, seluruh petugas kesehatan yang menjadi kontak dekat juga menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes usap PCR Covid-19. Di sisi lain, Dinkes Karanganyar melakukan kunjungan ke puskesmas lain untuk memastikan peningkatan keamanan diri sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau petugas kesehatan di puskesmas lain untuk lebih berhati-hati. Kami sampaikan melalui grup WhatsApp. Rata-rata mereka sering absen dari fasilitas pelayanan kesehatan. Misalnya saat makan, ngobrol, datang ke acara syukuran, dll. Fasilitas. Pelayanan kesehatan jelas sudah standar APS, ”ujarnya.

Dwi mengaku belum bisa memastikan awal penyebaran kasus positif positif Covid-19 di Puskesmas Kerjo. Namun, ia memastikan pendistribusian dimulai dari luar lingkungan puskesmas. Dwi meminta doa dan dukungan masyarakat terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar.

Bisa dari keluarga lalu kontak dengan rekan kerja saat rapat, makan. Selebrasi juga bisa. Kebetulan ada informasi dari hajatan. Kami belum bisa konfirmasi dari mana asalnya. Doakan, kami juga dalam rangka mempersiapkan vaksinasi. Artinya, di satu sisi persiapan vaksinasi, tapi di sisi lain banyak yang ambruk, ”ujarnya.

Postingan 32 Puskesmas Positif Covid-19 Puskesmas Kerjo Karanganyar Tutup 3 Hari muncul pertama kali di Solopos.com.