Taman Jlengut Jadi Objek Wisata Anyar di Desa Karangduren Klaten, Tiket Masuk Cuma Rp5.000

Taman Jlengut Jadi Objek Wisata Anyar di Desa Karangduren Klaten, Tiket Masuk Cuma Rp5.000
Pengunjung melihat koleksi satwa di kebun binatang mini Jlengut, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Minggu (3/1/2021). (Solopos / Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Dalam sebulan terakhir, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten punya tempat wisata anyar. Bernama Taman Wisata Jlengut, tempat wisata baru yang dibangun oleh pemerintah desa setempat ini menawarkan wisata edukasi.

Objek wisata berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar (ha) yang merupakan tanah kas desa dan tanah bengkok kepala desa. Di bagian depan taman, pengunjung disambut oleh patung durian berukuran besar. Di belakang patung terdapat sebuah kolam yang dilengkapi dengan jembatan penyeberangan dan wahana bebek air serta perahu karet.

Pernah Viral Sepatu Tertinggal di Warung Bakmi, Ini Kabar Terkini Kepala Desa Glodogan Klaten

Taman Jlengut juga dilengkapi dengan kebun binatang mini atau kebun binatang mini. Ada kandang burung merak, kelinci, kuda, kerbau, kambing bercula empat, rumah reptil, rumah kucing, rumah musang, dan penyu. Pengunjung bisa berinteraksi dengan sejumlah hewan seperti memberi makan kelinci dan memakan kambing.

Pengunjung juga dapat menikmati sesi dengan menunggang kuda. Kawasan tersebut juga dilengkapi dengan taman dengan berbagai tanaman serta gazebo dan pendopo. Kepala Desa Karangduren, Muh. Marsum mengatakan, Taman Jlengut dibuka untuk umum sejak 29 November 2020. Harga tiket masuk saat ini Rp 5.000 / orang.
“Mulai Januari ini kami memberlakukan tiket masuk Rp 5.000 / orang. Sebelumnya sebagai promosi, kami hanya memberlakukan tiket masuk Rp 3.000 / orang,” jelas Marsum saat ditemui wartawan di Taman Jlengut, Minggu (3/2). / 1/2021).

Ada biaya tambahan bagi pengunjung yang ingin menikmati sensasi berkendara, yaitu Rp15.000 / orang. Sedangkan bagi pengunjung yang menikmati wahana sepeda bebek air hanya dikenakan biaya dengan mengisi kotak sumbangan yang disediakan di dekat kolam.

Selama sebulan dibuka, Taman Jlengut menarik pengunjung dari berbagai daerah. Rata-rata, dalam sehari terdapat 1.200 pengunjung di objek wisata yang buka mulai pukul 08.00 WIB-16.30 WIB tersebut.

Baca:  Tim Diam di Rumah atau Tim Berani Jalan-Jalan Selama Pandemi?

Sukarelawan

Saat ini pengelolaan Taman Jlengut dilakukan oleh para relawan yang merupakan warga sekitar. “Mereka yang ikut mengelola ini juga bekerja keras untuk pengembangan sukarela,” jelas Marsum.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan, Marsum menjelaskan, hal itu dilakukan sesuai dengan surat edaran bupati dan gubernur dengan syarat utama pengunjung masuk, yaitu mengajukan 3M. Pemerintah desa setempat juga rutin berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan.

Pembangunan Taman Jlengut sudah dilakukan sejak 2018 lalu menggunakan dana desa. Awalnya, dana yang dikucurkan untuk pembangunan objek wisata tersebut berjumlah Rp 400 juta. Pada 2019, dana desa senilai Rp 400 juta akan digunakan untuk terus membangun tempat wisata.

Bisa dipantau melalui media sosial, 17.368 warga Karanganyar sudah menjalani tes Swab

“Tahun 2020 nanti tidak ada anggaran karena dana desa difokuskan untuk penanganan Covid-19. Ada tambahan dana aspirasi kabupaten. Jadi total dana pembangunan sekitar Rp 800 juta. Dalam master plan kita, total perlu. membangun sekitar Rp 6 miliar, "kata Marsum.

Pengembangan objek wisata direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2021. Masih ada potensi lahan seluas 3 ha yang bisa dikembangkan untuk melengkapi wahana permainan di Taman Jlengut. Salah satu wahana yang rencananya akan ditambahkan tahun ini adalah kolam renang.

Postingan Taman Jlengut Menjadi Objek Wisata Anyar di Desa Karangduren Klaten, Tiket Masuk Cuma Rp 5.000 muncul pertama kali di Solopos.com.