Wah, Jualan Makanan Online Harus Izin BPOM?

Wah, Jualan Makanan Online Harus Izin BPOM?

Kita merasakan semua kemudahan dunia online kita, sekarang kita tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan atau minuman, bukan? Memang dalam beberapa tahun terakhir penjualan makanan online semakin berkembang dan banyak pelaku bisnis yang bergelut di bidang ini. Apalagi saat ini kita yang diharuskan tinggal di rumah bisa menikmati dan membeli makanan secara online.

Tapi tahukah Anda bahwa selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia, penjualan makanan online justru meningkat? Nah, beberapa diantaranya adalah orang yang terkena pandemi ini seperti di-PHK atau dirumah, sehingga harus beralih profesi untuk membuka bisnis makanan online. Apakah Mampaps disertakan?

Kabarnya, pemerintah akan mengusahakan bagi mereka yang berjualan makanan secara online untuk mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, BPOM belum memastikan kapan ketentuan perizinan itu akan diberlakukan.

Dikutip dari halaman cnbcindonesia.com, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Sosialisasi Keamanan Pangan BPOM, Dewi Prawitasari, tak mau bicara banyak soal implementasi aturan itu. Dia juga enggan berkomentar kapan aturan itu akan berlaku, termasuk potensinya pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Pro dan Kontra Menjual Makanan Secara Online Berlisensi oleh BPOM

sumber gambar: indoindians.com

Tentu saja kabar ini memberikan reaksi beragam bagi semua orang, termasuk mereka yang berjualan makanan secara online. Pro dan kontra tentu saja terjadi, ada yang setuju dan ada yang tidak. Hal ini terlihat dari postingan Instagram @lambeturah nih Mampaps, di mana para pro meminta mereka untuk setuju jika menjual makanan secara online harus disetujui oleh BPOM. Namun, mereka yang menentang mengatakan bahwa Pemerintah hanya bertugas mempersulit UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Baca juga: Ada baiknya mencoba bisnis makanan yang menguntungkan selama pandemi

Kembali di kutip dari cnbcindonesia.com mengatakan, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan beberapa alasan kenapa saat ini tidak ideal. Pasalnya, usaha restoran sedang dalam situasi krisis, jika harus ditambah dengan biaya lain seperti perizinan akan menambah beban.

Hariadi juga menjelaskan, “Dari sisi pelaku yang sebagian besar adalah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), situasinya tidak ada pemasukan. Jadi kita tunda dulu baru nanti keadaan normal. "

Adapun peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengendalian Obat dan Makanan Yang Beredar Secara Online mengatur Pasal 16 ayat (1) yang berbunyi “pangan olahan yang diedarkan secara online harus memiliki izin edar dan memenuhi ketentuan yang baik. metode produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ".

Baca:  Tips Liburan Saat Pandemi, Biar Aman di Rumah Aja Yuk!

Lalu bagaimana menurut anda tentang Mampaps ini? Setuju atau tidak, apakah berjualan makanan secara online harus mendapat ijin dari BPOM?

Namun Mampaps harus mengetahui bahwa ada beberapa produk pangan yang tidak perlu melalui proses registrasi, diantaranya:

  • Produk yang diimpor untuk penelitian, pengujian, dan / atau tujuan konsumsi pribadi
  • Digunakan sebagai bahan mentah untuk produk akhir
  • Produk tidak dijual ke konsumen akhir
  • Memiliki tanggal kedaluwarsa kurang dari 7 hari

Lalu bagaimana aturannya dan bagaimana dengan izin BPOM dengan bisnis makanan online?

Langkah-langkah pengajuan Izin BPOM Produk Pangan

Sumber gambar: pexels.com

Meski belum ditentukan bahwa penjualan makanan online harus memiliki izin BPOM ketika akan diberlakukan, semua produk makanan dan obat-obatan termasuk obat-obatan, obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan, dan makanan olahan harus memenuhi semua persyaratan keamanan untuk memasuki pasar Indonesia.

Baca juga: Hanya dengan tambal sulam! Inilah 8 Cara Membuat Bandana Lucu Untuk Bayi

BPOM sendiri kini sudah bisa melakukan registrasi produk secara online yaitu melalui e-BPOM. Berikut beberapa panduan yang bisa diikuti yang dikutip dari Koinworks.com:

  • Buka website e-BPOM atau melalui aplikasi e-BPOM yang dapat diunduh di Google Play Store atau toko apel.
  • Klik bagian Registrasi dan Login e-Food.
  • Masukkan User ID, Password, dan Captcha.
  • Isi data yang diminta seperti Data Produk, Data Bahan Baku, Data Hasil Analisis, Data Informasi Nilai Gizi (ING), dan Data Klaim Produk.
  • Unggah semua file sesuai kebutuhan.
  • Kirimkan juga berkas persyaratan dalam bentuk fisik ke alamat BPOM, atau kirimkan langsung dengan mendatangi kantor BPOM.
  • Tunggu proses verifikasi data aplikasi dan desain label.
  • Lakukan pembayaran sesuai SPB (Payment Order) dan unggah bukti pembayaran ke website e-BPOM.
  • Pembayaran akan diverifikasi, kemudian semua file akan divalidasi oleh petugas BPOM.
  • Tunggu hingga SPP (Surat Persetujuan Pendaftaran) diterbitkan, selanjutnya Anda akan diminta untuk menyertakan file fisik mengenai Desain Label dan juga bukti pembayaran langsung di kantor BPOM.

Bagaimana Mampaps? Apakah Anda setuju jika menjual makanan secara online memerlukan izin BPOM?

Postingan Wah, Jual Makanan Online Harus Punya Izin BPOM? muncul pertama kali di Mamapapa.id.